Terima kasih atas kunjungan anda pada blog Kopdit Kubu Bingin

Jumat, 04 Mei 2012

Gerakan Koperasi Peduli KK Miskin "Realisasikan Bedah Rumah"

Jumat, 4 Mei 2012 Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali  (I Dewa Nyoman Patra, SH. MH) mengundang Gerakan Koperasi Se - Bali  untuk mengikuti pertemuan di Rumah Makan Wong Solo, Jl, Merdeka - Denpasar, pukul : 10.00 - 13.00 Wita. Hadir pada kesempatan tersebut adalah Kadiskop Provinsi Bali ( I Dewa Patra, SH.MH) didampingi Kabid Bina Lembaga UKM Provinsi Bali (I Gede Indra, SE.MM), tokoh - tokoh koperasi (Pengurus/Manajer) dan Mitra Koperasi. Tujuan dari pertemuan tersebut adalah menindaklanjuti hasil  Rapat Koordinasi Koperasi Nivo Provinsi, 3 April 2012 di Ruang rapat Melati Kantor Dinas Koperasi UKM bahwa seluruh peserta sepakat untuk menggelar aksi sosial "Gerakan Koperasi Bedah Rumah Tahun 2012". Target minimal bedah rumah sebanyak 20 unit dengan anggaran Rp 20.000.000/rumah, wilayah sasaran Kabupaten Bangli dan Karangasem dan serah terima rumah akan dijadwalkan pada tanggal 12 Juli 2012 "Hari Koperasi ke - 65" yang akan dilaksanakan di Kabupaten Buleleng.

Untuk merealisasikan program "bedah rumah" tersebut, pengurus/pengelola koperasi baik Nivo Provinsi Kabupaten/Kota serta Lembaga Mitra Koperasi di Bali (Komunitas Koperasi) agar ikut memberikan sumbangan. Agar laporannya transparan dan bertanggungjawab, "Komunitas Koperasi" telah membentuk "Susunan Panitia Bedah Rumah" yang diketuai oleh I Ketut Tiwi Effendhi dan Sekretaris (I Nyoman Baskara). Sumbangan agar ditransfer ke rekening BPD No. 0340202137675 atas nama I Wayan Suryana SE (Bendahara Panitia).

Segala kegiatan bedah rumah mulai dari kondisi awal - akhir (tahap survey, keterlibatan masyarakat, keterlibatan panitia, surat pernyataan yang dibedah rumahnya dll) akan dipublikasikan dalam media pers (media khusus) dan didokumentasikan sehingga transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bedah rumah juga akan diusahakan "pemerataan" ditingkat kabupaten kota berdasarkan sumbangan yang masuk. Harapan dari "Komunitas Koperasi" ini dapat mengubah "Citra Koperasi yang biasanya "Minta Bantuan" (Ayu)

Jumat, 20 April 2012

Kopdit Kubu Bingin menjadi Pilihan Studi Banding

Jumat, 20 April 2012 tepatnya pukul : 16.00 Wita Pengurus, Pengawas dan Manajer CU Perekat Bandung Studi Banding Ke Kopdit Kubu Bingin atas rekomendasi Puskopdit Bali Artha Guna yang berkedudukan di Dalung Permai - Badung. Pengurus, Pengawas dan Manajer Kopdit Kubu Bingin menerima tamunya  dengan tangan terbuka.

Tentunya menjadi pembicaraan hangat, kenapa Kopdit Kubu Bingin selalu menjadi pilihan studi banding? Tidak hanya Puskopdit, Dinas Koperasi juga memberikan rekomendasi. Kopdit Kubu Bingin beberapa kali sudah menerima kunjungan/studi banding dari gerakan koperasi baik dari dalam ataupun luar pulau Bali. Kopdit Kubu Bingin slalu "Wellcome dengan Gerakan Koperasi Se- Indonesia", pada prinsipnya Kopdit Kubu Bingin ingin maju dan tumbuh bersama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mensejahterakan anggota. Kami slalu berpegang pada "ciri khas" Kopdit Kubu Bingin dan kami memanfaatkan peluang karena kantor berlokasi didaerah  "obyek wisata"  sehingga menjadi "lirikan" pihak lain ingin berkunjung. Kunjungan dari gerakan koperasi biasanya kami liput dan dimasukkan di weblog Kopdit Kubu Bingin di www. kopditbali.blogspot.com, facebook kopdit kubu bingin dan Tabloin Mentik

Kepercayaan yang telah diberikan Dinas Koperasi, Puskopdit BAG, Anggota sangat dipegang teguh oleh Kepengurusan Kopdit Kubu Bingin. Kami tidak pernah "sombong" dengan prestasi ini dan tidak berhenti sampai disini, kami selalu berusaha membuat terobosan untuk memasyarakatkan koperasi/Kopdit sehingga dapat diterima dengan baik.

Di Jajaran Puskopdit BAG, Kopdit Kubu Bingin dari segi jumlah anggota dan aset menduduki peringkat ke - 8 dari 20 Kopdit Primer. Posisi keuangan Kopdit Kubu Bingin per - Maret 2012 berada pada  asset Rp 7.461.965.985 dengan jumlah anggota 994 orang, Pinjaman beredar Rp 6.034.752.750, modal sendiri Rp 1.667.498.545, Simpanan Pokok dan Wajib Anggota Rp 1.456.374.458 dan Simpanan Non Saham/tabungan - simpanan berjangka Rp 5.744.837.794

CU Perekat Bandung adalah salah satu rekan/patner kerja kami di Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI) dalam suatu wadah Inkopdit (Induk Koperasi Kredit) yang berkedudukan di Jl. Gunung Sahari III No. 11 A Jakarta. Sesama gerakan kami slalu saling mendukung satu sama lain terutama dalam mengelola koperasi kredit. Awalnya kami dipertemukan dalam suatu wadah organisasi  "Komunitas Satu Hati Credit Union", kemudian berkembang pada acara pendidikan pengembangan SDM yang diselenggarakan Tabloid Mentik Puskopdit BAG dan pertemuan Loknas yang diselenggarakan Inkopdit. Kami memanfaatkan media teknologi (Facebook) untuk shering kopdit. Kami menciptakan "jejaring" dalam mengembangkan koperasi/cu/kopdit. Mari tingkatkan komunikasi antar gerakan dan bangun komunitas untuk pengembangan kopdit/cu/koperasi, bersaing secara sehat dan tingkatkan kesejahteraan anggota karena itu tujuan kita membangun koperasi bukan yang lain!

Dalam pertemuan itu mereka menyampaikan suka - dukanya dalam mengelola kopdit. "Benang merah"  dari pertemuan itu adalah "Setiap kopdit/koperasi punya "mimpi dan tantangan", kepengurusan dituntut "SMART" dalam membuat Analisa "SWOT" di kopditnya. Dengan "SWOT" membantu Kopdit untuk mengetahui  "kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman" kopdit kita! Tidak selamanya kekuatan itu membawa dampak perkembangan, apabila kita tidak bisa melihat peluang dan mengetahui titik lemah dan ancaman dari kopdit/koperasi kita.(Ayu)

Kamis, 05 April 2012

Pejabat Pinrang Kunjungi Kopdit Kubu Bingin


Rabu, 14 Maret 2012, Kopdit Kubu Bingin kedatangan tamu terhormat dari Kabupaten Pinrang, Sulawesi dengan jumlah peserta 50 orang. Mereka disambut oleh Pengurus, Pengawas dan Manajemen Kopdit Kubu Bingin. Pengurus (Jerry Manurip/Sri Widodo), Pengawas (Wayan Sukra) dan Manajer (Dewa Ayu Putriani) mendampingi tamu mereka di kediamannya yaitu Ruangan Lantai II Kopdit Kubu Bingin, Jl. Tengkulak Mas, Kemenuh, Gianyar

Diluar dugaan, tamu yang hadir tidak hanya dari gerakan koperasi Se - Kabupatan Pinrang namun Pejabat Perwakilan Daerahnyapun mendampingi. Sungguh luar biasa mereka bersatu padu untuk berkunjung ke Pulau Dewata ini untuk belajar mengembangkan koperasi. Merupakan suatu kehormatan bagi Kopdit Kubu Bingin mendapat kesempatan untuk dikunjungi.

Sebagai tuan rumah, Kopdit Kubu Bingin menyambut gembira kedatangan mereka, tentunya dengan jamuan yang sedikit berbeda dengan kunjungan mereka di tempat lain. Kopdit Kubu Bingin menyuguhkan pameran kerajinan anggota yang tersebar diarea Gedung Lantai II Kantor Kopdit Kubu Bingin. Banyak kerajinan anggota yang ditampilkan, mulai dari kerajinan kayu, lukisan, perak, pakaian dan lainnya. Ternyata pameran ini tidak sia - sia, kunjungan ini membawa berkah untuk anggota Kopdit Kubu Bingin karena beberapa barang yang mereka pamerkan laku terjual. Hal ini membuktikan bahwa Kopdit Kubu Bingin tidak hanya sebagai lembaga keuangan semata, banyak manfaat lebih yang ditawarkan saat mereka bergabung menjadi anggota Kopdit Kubu Bingin

Dalam pertemuan itu mereka saling shering tentang perkembangan koperasi didaerah masing - masing. Peserta sangat antosias untuk saling bertukar informasi sampai mereka lupa bahwa waktu makan siang telah tiba dan mereka harus melanjutkan perjalanan ke daerah Kintamani untuk menikmati santap siang. Pertemuanpun segera ditutup pukul : 12.30 Wita yang diakhiri dengan pemberian cindera mata oleh Kadiskop Kabupaten Pinrang untuk Kopdit Kubu Bingin dan juga Dinas Koperasi, dalam hal ini diwakili oleh UPT Diklat Koperasi Provinsi Bali (Ayu)

Kamis, 08 Maret 2012

PRA RAT Kopdit Kubu Bingin Perdana di Karangasem

Pada Hari Minggu, 19 Februari 2012 Kopdit Kubu Bingin melaksanakan PRA RAT Perdananya di KCP/TP Karangasem bertempat di Kantor Camat Selat Duda Karangasem pukul : 08.00 - 14.00 Wita

Acara PRA RAT Perdana tersebut merupakan bentuk Pertanggungjawaban Pengurus dan Laporan Pengawas pada RAT XIII Tahun Buku 2011. Hasil PRA RAT ini akan disampaikan pada RAT XIII Kopdit Kubu Bingin yang berlangsung pada hari Minggu, 26 Pebruari 2012 bertempat di Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma, Jl. Tegalbingin, Br. Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Gianyar.

Selamat untuk Kopdit Kubu Bingin karena telah sukses melaksanakan PRA RAT di KCP/TP Karangasem, semoga ini menjadi awal kedepan dalam menambah anggota baru dan meningkatkan pencitraan didunia perkoperasian.

Rabu, 15 Februari 2012

Pelatihan Berbasis Kompetensi Manajer di Bali


Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi UKM RI telah menyelenggarakan Diklat Manajer / Kepala Cabang untuk KSP/USP KJK Provinsi Bali selama 3 hari (13 – 15 Pebruari 2012) di Hotel Bumi Asih Bali, Jl. Raya Puputan No. 200 Niti Mandala Renon – Denpasar. Berdasarkan jadwal diklat tersebut direncanakan selama 4 hari (13 – 16 Pebruari 2012) namun dipadatkan menjadi 3 hari (dengan kondisi diklat sampai dengan malam hari / pukul 22.00 Wita). Perubahan jadwal tersebut berdasarkan kesepakatan peserta, fasilitator dan panitia (UPT Diklat Diskop UKM Provinsi Bali). Ada 2 orang Fasilitator dalam diklat tersebut yaitu Bambang Eko Muljono, SH, Sp.N, M.Hum, MMA dan R. Saefurrokhman

Pelatihan berbasis kompetensi manajer dibuka oleh Kepala UPT Diklat Diskop UKM Provinsi Bali Bapak I Ketut Rai Sukerta, M.Si mewakili Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali karena menghadiri rapat di Bank Indonesia (BI). Dalam sambutannya pak Rai menyampaikan, “ SDM sangat klasik, sangat mantap terbang lebih tinggi lagi sehingga sumber modal itu kelihatan lebih cepat mengalir ke koperasi”

Provinsi Bali mendapat pilihan untuk penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi Manajer KJK untuk angkatan ke-2 setelah wilayah Palembang. Pelatihan sertifikasi ini dibiayai dari APBN namun untuk Uji Kompetensi dibiayai secara swadana peserta diklat.

Pelatihan Berbasis Kompetensi Manajer Koperasi Jasa Keuangan (KJK). dalam rangka melatih keahlian kerja Manajer/Kepala Cabang KJK. Pelatihan ini berpedoman pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Koperasi Jasa Keuangan (SKKNI-KJK) yang telah disepakati secara nasional terkait dengan keahlian, pengetahuan dan sikap yang dibutuhkan untuk pekerjaan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan seseorang sebagai hasil dari pelatihan. Salah satu karakter yang paling penting dalam pelatihan berbasis kompetensi adalah bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada apa yang dilakukan sesuai dengan pekerjaan sebenarnya di tempat kerja.

Dalam pelatihan ini, modul dirancang untuk membantu fasilitator mengajar, memberikan aktivitas yang bertumpu pada peserta dan mengevaluasi kegiatan sesuai dengan SKKNI-KJK. Perlu diperhatikan dalam rangka pengembangan modul sektor tertentu, perlu dibuat khusus untuk memenuhi sektor tersebut. Fasilitator harus membuat struktur sesi berdasarkan :

· Kebutuhan peserta pelatihan

· Kebutuhan KJK

· Waktu yang tersedia dan situasi pelatihan

Strategi penyampaian, termasuk materi/modul, telah disediakan untuk para fasilitator. Materi yang disarankan, memberikan indikasi hal-hal apa yang perlu disampaikan agar program dapat memenuhi SKKNI-KJK. Strategi penyampaian yang digunakan dan asesmen yang diberikan dalam paket ini hanya digunakan sebagai rujukan. Fasilitator disarankan untuk menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja berdasarkan pengalaman kerja, contoh dan produk masing-masing untuk meningkatkan mutu pelatihan dan untuk memastikan kesesuaian pelatihan.

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Bagi Manajer KJK, difasilitasi oleh para nara sumber/fasilitator yang terlibat langsung dalam penyusunan SKKNI KJK. Pelatihan ini memiliki manfaat:

· Setelah mengikuti pelatihan ini peserta kompeten sebagai manajer Koperasi Jasa Keuangan (KJK) sesuai SKKNI-KJK.

· Peserta dilatih dan disiapkan untuk mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP-KJK.

· Peserta dapat langsung didaftar menjadi peserta uji kompetensi pada LSP-KJK.


Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

· Apakah Pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah Pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

· Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja ?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

Pengakuan Kompetensi Terkini (PKT)

· Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC, berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali).

· Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :

a. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau

b. Berpartisipasi dalam Pelatihan yang mempelajari kompetensi yag sama atau

c. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

Beberapa pengertian - pengertian istilah yang mesti kita pahami maknanya seperti :

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, Pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu, dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

Sertifikat Kompetensi

Sertifikat Kompetensi adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Seritifikasi Profesi.

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses uji kompetensi.

STANDAR KOMPETENSI

Peta Paket Pelatihan

Untuk mempelajari satu modul perlu membaca dan memahami modul lain yang berkaitan dengan unit kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap standar Kompetensi menentukan :

a. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.

b. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.

c. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Apakah yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan mengembangkan pengetahuan, keterampilan yang dipersyaratkan untuk “menerapkan prosedur-prosedur mutu”.

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang berbeda mungkin membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi kompeten dalam keterampilan tertentu.

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, faslitator Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang diserahkan adalah 2 (dua) kali

Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

· Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan pesera pelatihan

· Mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.

· Memeriksa kemajuan peserta pelatihan

· Meyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja telah dimasukan dalam pelatihan dan penilaian.

Pada akhir diklat, salah satu peserta diminta menyampaikan kesan/pesan mereka terhadap panitia penyelenggara. Ada beberapa kesan/pesan :

1. Diharapkan diklat ini tidak selesai sampai disini, mohon ada diklat pemantapan sebelum uji kompetensi untuk mereviuw kembali diklat yang telah diikuti sehingga uji kompetensi nantinya hasilnya memuaskan

2. Bahan – bahan materi dari semua fasilitator agar diback-up dalam bentuk CD diberikan kepada masing- masing peserta

3. Diklat selama 3 hari dengan modul yang cukup padat betul – betul membuat pusing namun optimis dapat diaplikasikan dikoperasi masing – masing dan mohon tetap pendampingan dari fasilitator/pembina

4. Pertemuan diklat manajer ini sangat penting dan bermanfaat karena bisa saling shering antar sesama manajer koperasi

Diklat ditutup pada hari Rabu,15 Februari 2012 pukul 20.15 Wita oleh Kepala UPT Diklat Dinas Koperasi UKM Provinsi Bali (I Ketut Rai Sukerta, M.Si). Dalam penutupan beliau menyampaikan diklat ini akan mendapatkan sertifikat sebagai syarat untuk mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan juga pada tahun ini dengan biaya swadana dari peserta (Ayu)

Minggu, 05 Februari 2012

Minggu, 18 Desember 2011

Perbedaan BOS dengan PEMIMPIN :


1.Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

2. Seorang BOS mengatakan "saya".
Seorang PEMIMPIN mengatakan "kita"

3. Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

4. Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

5. Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

6. Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

7. Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

8. Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

9. Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

10. Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

11. INGAT. SEORANG BOS BERKATA, "PERGI!"
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, "AYO PERGI"